Berita

KAJIAN SUBUH TEMA: KERASNYA HATI SEBAB & TERAPINYA

Kerasnya hati penyebabnya :

  1. Terlalu anyak bicara
  2. Membatalkan janji kepada Allah
    Almaidah:13
  3. Terlalu banyak tertawa
  4. Terlalu banyak makan
  5. Terlalu banyak berbuat dosa

Terapinya adalah :

  1. Perbanyak berdzikir
    & sering baca Al-Qur’an
  2. Berbuat baik kepada anak yatim dan orang miskin
  3. Sering mengingat kematian

Penjelasan materi

Hati yang keras dapat terjadi karena kemaksiatan yang dilakukan secara terus menerus, hati yang mengeras menjadi tanda bahwa ia memiliki banyak penyakit hati, sehingga Allah menutup hatinya untuk hal –hal kebaikan.

Jika hati sudah terlanjur keras, maka untuk melembutkannya bukanlah pekerjaan yang mudah, bahkan bagi sebagian orang ia lebih berat ketimbang pekerjaan lain semisal bersedekah, sebagaimana Abdullah bin Umar mengatakan :

“Sungguh menangis karena takut kepada Allah SWT lebih aku cintai daripada bersedekah dengan 1000 dinar.” Mungkin maksud Abdullah bin Umar, menangis karena Allah lebih berat dibanding bersedekah 1000 dinar.

5 Penyebab Hati Menjadi Keras dan Sulit Menerima Hidayah

Hati yang keras dapat terjadi karena kemaksiatan yang dilakukan secara terus menerus, hati yang mengeras menjadi tanda bahwa ia memiliki banyak penyakit hati, sehingga Allah menutup hatinya untuk hal –hal kebaikan.

Jika hati sudah terlanjur keras, maka untuk melembutkannya bukanlah pekerjaan yang mudah, bahkan bagi sebagian orang ia lebih berat ketimbang pekerjaan lain semisal bersedekah, sebagaimana Abdullah bin Umar mengatakan :

“Sungguh menangis karena takut kepada Allah SWT lebih aku cintai daripada bersedekah dengan 1000 dinar.” Mungkin maksud Abdullah bin Umar, menangis karena Allah lebih berat dibanding bersedekah 1000 dinar.

Rasulullah SAW berlindung dari hati yang keras dan tidak khusyu’. “Ya Allah aku berlindung kepada-Mu dari ilmu yang tidak bermanfaat, dari hati yang tidak khusyu’, dari jiwa yang tidak pernah kenyang, dan dari doa yang tidak dikabulkan”. [HR. Muslim].

Lalu apa penyebab hati menjadi keras? Berikut penjelasannya :

  1. Meremehkan dosa kecil

Allah SWT berfirman: “Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutupi hati mereka”. (QS. Al Muthoffifin: 14)

Makna ayat di atas diterangkan dalam hadits berikut :

Dari Abu Hurairah, dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda, “Seorang hamba apabila melakukan suatu kesalahan, maka dititikkan dalam hatinya sebuah titik hitam. Apabila ia meninggalkannya dan meminta ampun serta bertaubat, hatinya dibersihkan. Apabila ia kembali (berbuat maksiat), maka ditambahkan titik hitam tersebut hingga menutupi hatinya. Itulah yang diistilahkan ‘ar raan’ yang Allah sebutkan dalam firman-Nya (yang artinya), ‘Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutupi hati mereka”. [HR Tirmidzi.

  1. Terlalu banyak makan

Dari Bisyr bin Harits, “Dua hal yang mengeraskan hati; banyak bicara dan banyak makan.”

Selain dapat membuat hati menjadi keras, terlalu banyak makan juga dapat menimbulkan sifat malas, berat badan tidak ideal, mudah terserang penyakit dan akan sulit untuk berpikir.

  1. . Terlalu banyak tertawa

Rasulullah SAW bersabda: “Banyak tertawa itu mematikan hati”. [HR. Ahmad]
Tertawa bukan hal yang dilarang, sebab Rasulullah sendiri pernah tertawa namun itu dilakukan sewajarnya. Karena itu ditegaskan di awal bahwa beliau banyak menangis dan sedikit tertawa.

  1. Terlalu banyak bicara

Rasulullah SAW bersabda: “Tidak akan lurus iman seorang hamba hingga lurus hatinya. Dan tidak akan lurus hatinya hingga lurus lisannya”. [ HR. Ahmad ].

Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah dia berkata benar atau diam”. [HR. Muslim, Baihaqi dan lainnya]

  1. Teman Buruk

“Dan (Ingatlah) hari (ketika itu) orang yang zalim menggigit dua tangannya, seraya berkata: Aduhai kiranya (dulu) Aku mengambil jalan bersama-sama Rasul.’ Kecelakaan besarlah bagiku; kiranya Aku (dulu) tidak menjadikan si fulan itu teman akrab(ku). Sesungguhnya dia Telah menyesatkan Aku dari Al Quran ketika Al Quran itu Telah datang kepadaku. dan adalah syaitan itu tidak mau menolong manusia”. (Al-Furqan: 27-29).

Referensi ayat :

Al-Baqarah : 74

ثُمَّ قَسَتْ قُلُوبُكُمْ مِنْ بَعْدِ ذَٰلِكَ فَهِيَ كَالْحِجَارَةِ أَوْ أَشَدُّ قَسْوَةً ۚ وَإِنَّ مِنَ الْحِجَارَةِ لَمَا يَتَفَجَّرُ مِنْهُ الْأَنْهَارُ ۚ وَإِنَّ مِنْهَا لَمَا يَشَّقَّقُ فَيَخْرُجُ مِنْهُ الْمَاءُ ۚ وَإِنَّ مِنْهَا لَمَا يَهْبِطُ مِنْ خَشْيَةِ اللَّهِ ۗ وَمَا اللَّهُ بِغَافِلٍ عَمَّا تَعْمَلُونَ

Kemudian setelah itu hatimu menjadi keras sehingga (hatimu) seperti batu, bahkan lebih keras. Padahal, dari batu-batu itu pasti ada sungai-sungai yang (airnya) memancar daripadanya. Ada pula yang terbelah, lalu keluarlah mata air darinya. Dan ada pula yang meluncur jatuh karena takut kepada Allah. Dan Allah tidaklah lengah terhadap apa yang kamu kerjakan.

penjelasan terapinya

Untuck menghindari penyakit qaswatul qolb, Rasulullah SAW mengajarkan kepada kita setidaknya tiga hal.

Pertama, pandailah bersyukur.
أتَى النَّبيَّ صلَّى اللهُ عليه وسلَّم رجلٌ يشكو قسوةَ قلبِه قال أتحِبُّ أن يلينَ قلبُك وتُدرِكُ حاجتَك ارحَمِ اليتيمَ وامسَحْ رأسَه وأطعِمه من طعامِك يلِنْ قلبُك وتُدرِكْ حاجتَك
Suatu hari, seorang sahabat datang kepada Rasulullah SAW dan berkata, “Akhir-akhir ini aku merasakan hatiku keras, Rasulullah SAW kemudian berkata, “Maukah engkau kuberi tahu cara untuk melembutkannya dan keinginanmu terpenuhi? Sayangilah anak-anak yatim, usaplah kepalanya, berikanlah mereka makanan dari makananmu, niscaya (hal demikian) akan melembutkan hati dan melapangkan rezekimu.” (HR Thabrani).

Kedua, seringlah berziarah kubur, tentu dengan niat yang benar. Rasulullah SAW berkata:
كُنْتُ نَهَيْتُكُمْ عَنْ زِيَارَةِ الْقُبُورِ، أَلا فَزُورُوهَا،، فَإِنَّهُ يَرِقُّ الْقَلْبَ، وَتَدْمَعُ الْعَيْنَ، وَتُذَكِّرُ الآخِرَةَ
“Aku pernah melarang kalian ziarah kubur. Sekarang berziarah. Sebab sesungguhnya ia akan melembutkan hati, melelehkan air mata, dan mengingatkan akhirat.”
Ziarah kubur dengan tujuan mengingat akhirat adalah hal yang dianjurkan. Dengan mengingat kematian, tersadarlah kita bahwa tak ada yang abadi di muka bumi ini. Maka, tak ada lagi yang pantas kita sombongkan.

Ketiga, bersegera melakukan kebaikan. Rasulullah SAW menganjur kan untuk bersegera dalam melakukan setiap kebaikan, hin dari kemalasan. Nabi SAW bersabda: “Sebaik-baik sholat adalah di awal waktunya”.
Rasulullah SAW kemu dian mengajarkan kita untuk berdoa:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ
“Ya Allah, aku berlindung padamu dari kelemahan dan rasa malas.”
Pepatah berkata, pemalas selalu menanti hari mujur. Padahal, bagi seorang yang rajin, tiap hari adalah hari mujur! Lalu, jika kita tetap merasa banyak keinginan hati yang belum terpenuhi, berbaik sangkalah pada Allah SWT. Barangkali, ada hak-hak orang lain yang belum kita tunaikan.
Bahkan, kata Ibnul Qayyim, “Apabila musibah yang engkau dapatkan panjang sekali, padahal tak pernah berhenti engkau berdoa, yakinlah bahwa Allah tidak saja hendak menjawab doa-doamu itu. Namun, Allah hendak memberimu karunia lain yang bahkan engkau tak memintanya”. Semoga kita terhindar dari hati yang keras dan membatu.

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button